Laman

Minggu, 26 Juli 2015

Langsung saja, awal saya mengenalnya memang saya langsung bisa menaruh hati padanya, saya memang tipe yang bisa dengan cepat menaruh hati namun dengannya semua terasa berakhir saya merasa tak perlu lagi susah payah mencari seseorang yg pantas untuk menitipkan hati kecil yg dipenuhi dengan harapan ini, 
Terdengar sangat memaksa memang jika saya langsung mamutuskan bahwa dia lah perempuan yang pantas mendampingi saya dunia akhirat. Tapi apalah daya setiap bertemu dengannya hati terasa nyaman apalagi bisa berbincang dengannya, 
Kisah ini terjadi waktu saya masih berseragam putih abu abu , ya betul kata orang memang pada masa itu kita sedang beraemangat mencari jatidiri, berawal dari chat di media sosial saya bisa langsung merasakan bahwa benar itu yang dinamakan cinta, setiap dia menertawakan setiap candaan yang saya buat hati pun seketika merasa puas, tak lama saling bertemu di media sosial saya pun mulai mencoba untuk mengenalnya lebih jauh lagi malalui pesan singkat ya beruntungnya saya memang bisa diberi kesempatan oleh tuhan untuk mengenalnya lebih jauh lagi, 
Saat itu ada hari yang mungkin tidak akan saya lupakan, ya saat saya berkesempatan bisa mengantarnya pulang kerumah walaupun pada saat itu tidak bisa mengantar sampai kerumah, darisitu saya terus mengumpulkan mental dan tekad untuk bisa semakin dekat dengannya...
Masuk ke kelas 2 stm saya semakin dekat dengannya malah sampai banyak orang yang bilang bahwa saya telah memiliki nya, selain hari pertama saya mengantarnya pulang hari yang satu ini justru bisa dibilang adalah hari dimana keberuntunganku semakin menjadi, sesaat sepulang memang tak ada sesuatu yang spesial tapi pada pada saat setelah adzan isya mungkin saya pun mencoba untuk menghubunginya melalui pesan singkat, dengan percakapan yang tidak begitu panjang ternyata dia sedang ada disuatu acara di istora senyan acara book fair, saat itu malam sudah mulai datang dan dia bersama dengan teman saya masih berada di acara tersebut, seketika teman saya mengirim pesan bahwa sudah tidak ada angkutan lagi yang bisa membawa mereka pulang, dengan sigap saya yang pada saat itu kebetulan belum pulang kerumah langsung saja to the point ingin menjemputnya , sebelumnya dia pun menolak untuk dijemput karena merasa tidak enak dengan temannya  yang nantinya tidak ada teman pulang tapi untungnya temannya pun mengerti keadaan saya yang sedang menaruh hati dengan si "dia" ya tan pa pikir panjang saya bergegas menjemputnya dengan modal mengisi bensin dan nekad tidak terlalu hapal jalan ke istora senayan, dan ketika sampai disana memang malam sudah mulai gelap padhal waktu itu masih menunjukan sekitar pukul 21.00 setelah bertemu dengan mereka dan menunggu mereka berunding agar bisa sama sama nyaman akhirnya dia memutuskan untuk pulang dengan saya, awalnya saya pikir dia bersedia pulang dengan saya karena adavpaksaan dari temannya namun ketika sedang berada dalam perjalanan pulang saya pun. Berbincang dengannya waktu itu saya masih ingat awal perbincangan itu bermula pada saat sedang berhenti karena menunggu lampu merah yang waktunya sangat panjang, dia langsung membuka pembicaraan "eh mad, masa kata temen temen kita ini udah jadian" saya yang kaget mendengar perkataannya pun langsung tertawa dan manjawab dengan candaan khas saya "lah emang kita udah jadian kan" dia pun seperti biasa langsung mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu mencubit perut saya :), singakt kisah saya pun selesai mengantarnya pulang kerumah dan saya pun telah sampai dirumah sendiri, sambil tertawa kecil saya memberanikan diri untuk menanyakan hal yg tadi sempat membuat saya kaget, ya dengan perasaan yang tidak karuan malam itu saya membaca pesan darinya yang berisi Bahwa dia setuju untuk menerima saya menjadi kekasihnya... Alangkah indahnya malam itu.. To be continued...

Sabtu, 04 Juli 2015

Harus bagaimana

Susah memang kalau harus melupakan tapi beginilah keadaannya saya yang harus terus menerus berharap menunggu entah sampai kapan, tapi jika saya bisa bernegosiasi dengan tuhan saya akan tetap meminta dirinya untuk mendampingi saya bagaimanapun keadaanya... Terdengar sangat berat memang permintaan saya kepada tuhan tapi jika keadaan yang seharusnya itu berbeda ya mau gimana lagi... Saya terima engkau bagaimanapun dan seperti apapun engkau datang kepada saya jika tuhan mengijinkan

Jumat, 03 Juli 2015